Salah satu cara berinvestasi yang menguntungkan adalah
dengan berinvestasi saham pada pasar modal, selain juga dapat berinvestasi
dalam bentuk emas dan berinvestasi di bidang property. Pasar modal yang dapat
dikatakan masih tergolong baru di Indonesia, mendapat perhatian yang serius
dari pemerintah, ini terlihat dari pajak yang dikenakan hanya sebesar 0,1%
dalam setiap pembelian sahamnya, hal ini sangat kecil jika dibandingkan dengan
pajak pada perdagangan property. Namun pada kenyataan di bursa saham Indonesia
masih sangat sedikit para investor lokal yang berinvestasi di pasar modal,
sehingga bursa saham Indonesia mayoritas dikuasai oleh para investor asing. Oleh
karena hal inilah, Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini gencar memasyarakatkan
investasi saham pada masyarakat luas terutama pada masyarakat civitas akademika.
Irfan Noor Riza selaku Pimpinan BEI perwakilan Yogyakarta mengatakan BEI terus berupaya
untuk memasyarakatkan pasar modal pada seluruh propinsi di Indonesia, terutama
daerah timur, khususnya di daerah Papua. “ Di daerah - daerah tersebut sangat
minim SDM yang sanggup melakukan investasi di pasar modal, sehingga kesulitan
bagi kami untuk berkembang di sana” tambahnya.
Terkait dengan hal ini BEI perwakilan Yogyakarta sangat
antusias ketika UKRIM bekerjasama dengan salah satu perusahaan securities
ternama yaitu Phintraco Securities, membangun sebuah Gerai Investasi di dalam
kampus UKRIM, yang ditandai kemunculan perdananya melalui acara penandatangan
MOU antara kedua pihak, Selasa (24/9) lalu. Dalam hal ini pihak UKRIM diwakili
oleh Dr. Samuel Handali selaku Rektor dan
Phintraco Securities diwakili oleh Jeffrey Hendrik selaku President
Director.
Dr Handali menyatakan dalam
sambutannya, bagi UKRIM ini adalah sebuah acara kecil yang merupakan langkah
besar bagi kampus, dimana sudah bertahun-tahun lamanya Fakultas Ekonomi &
Bisnis UKRIM mengingini sebuah tempat untuk menggali informasi seputar
saham. “Hal ini juga penting bagi pembentukan
mahasiswa fakultas ekonomi, agar mampu mengetahui seluk beluk pasar modal dan pada
akhirnya menjadikan mereka lulusan yang siap kerja, khususnya menjadi seorang
trader saham” kata Dr. Handali menegaskan. Senada dengan pendapat ini pihak
Phintraco juga mempunyai keinginan yang sejalan. Jeffrey Hendrik mengatakan
bahwa Phintraco kesulitan mencari lulusan S1 ekonomi yang memiliki pengetahuan luas
tentang seluk beluk pasar modal. “kami mengharapkan akan muncul
investor-investor lokal yang unggul dari kampus ini, dimana dalam kurun waktu
10 tahun belakangan ini keuntungan berinvestasi saham di Indonesia selalu
dinikmati oleh para investor asing” tambahnya. “Civitas akademik yang memiliki kemampuan
intelektual yang bagus, didukung oleh kecanggihan teknologi dan sumber informasi
yang akurat dengan ditambahkan modal kecilpun akan bisa memunculkan seorang investor
lokal yang unggul” tegas Jeffrey.
Gerai Investasi,yang sebelum tahun 2003 disebut Pojok Bursa,
adalah sebuah tempat dimana para investor lokal mendapatkan informasi tentang
pergerakan saham di dunia. Dengan dibukanya gerai tersebut di dalam kampus,
dapat menjadi sarana bagi para dosen dan mahasiswa untuk menerapkan teori-teori
yang sudah didapat didalam kelas, selain dapat dimanfaatkan oleh masyarakat
umum untuk mencermati pergerakan saham sebelum memutuskan berinvestasi disana.
Setelah acara penandatanganan MOU tersebut dilanjutkan
dengan Seminar Peluang Investasi di Pasar Modal Indonesia 2013, dengan
narasumber utama adalah bapak Jeffrey Hendrik. (ynt)
sumber: http://www.ukrimuniversity.ac.id/
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^